VIRAL Seorang Ayah Buatkan Tenda hingga Dekorasi Pernikahan Anaknya Sendiri, Ini Kisah Lengkapnya

Rekaman video seorang ayah membuatkan tenda, panggung hingga dekorasi pernikahan anaknya sendiri, viral di media sosial. Sosok ayah ini terungkap pada akun TikTok @martamonita. Dalam video itu, terekam sang ayah memotong batang bambu kemudian menatanya menjadi panggung dan tenda pernikahan.

"Nikah mulai dari panggung, dekorasi, tenda. Semua ayah yang bikin," bunyi tulisan dalam video itu. Hingga artikel ini terbit, video tersebut berhasil menarik perhatian warganet bahkan ditonton 1,7 juta orang. Sejumlah warganet pun terharu, kemudian memberi pujian pada sosok sang ayah.

"Kasih sayang ayah itu enggak lewat kata kata tapi tindakkannya," tulis @_kikywidyaa. "Aaaa keren banget ayahnya," komentar @mxldvsn. "Saking senengnya anaknya nikah, sampe dibikin sendiri..mantap pak," komentar @rjuniyan.

Sementara, sang anak bernama Marta (23). Marta menceritakan, pernikahannya sudah digelar pada 10 Maret 2021 lalu, tetapi video proses dekor baru ia unggah beberapa waktu lalu. Pernikahan Marta pada saat itu dilakukan di halaman samping rumahnya.

Ia menjelaskan, sang ayah mendekorasi pernikahannya, dari membersihkan halaman hingga membuat panggung acara. Sang ayah membeli beberapa bahannya sendiri seperti bambu dan papan. Sedangkan untuk dekorasi panggung, ayahnya memakai kain bekas.

"Bagian yang dibuat ayah mulai dari membersihkan yang samping rumah, sebelumnya kebun pisang dan tempat sampah dibersihkan." "Kemudian di buat lah Terop (tenda), panggung, dan dekorasi, semua itu bahan nya dari bambu, papan dan dekorasinya dari kain bekas yang disulap jadi layaknya bebatuan," cerita Marta ketika dihubungi, Jumat (19/11/2021). Lebih lanjut, ternyata ayah Marta hanya mengandalkan satu indra penglihatan saja saat mendekorasi acara pernikahan.

Lantaran, kornea dari salah satu mata sang ayah alami kerusakan sejak beberapa tahun lalu akibat kecelakaan kerja. "Penglihatannya lama rusak kemudian hilang, mau berobat lagi enggak ada biaya karna dulu aku juga pas kuliah, hampir 3 tahun penglihatan ayah seperti itu," ucap dia. Meskipun begitu, Marta mengatakan ada paman dan adik Marta juga ikut membantu sang ayah.

Butuh waktu 2 bulan lebih untuk menyelesaikan dekorasi itu. "Hanya dikerjakan 3 orang saja dengan waktu 2 bulan lebih dari awal januari hingga tanggal saya menikah," tutur dia. Marta mengaku sempat khawatir dan meminta untuk menyewa dekorasi saja, tetapi sang ayah tidak mau.

"Tapi ya itu jawaban ayah, Ayah pengen beda, ayah mau kasih hadiah sederhana buat pernikahanku," tambah Marta. Lanjut Marta, ada beberapa alasan sang ayah memilih untuk membuat hingga mendekorasi sendiri pernikahannya. Alasan pertama, kata Marta, yakni soal ketersediaan biaya.

Kemudian, alasan kedua adalah sang ayah ingin memberikan kenangan tak terlupakan bagi Marta, sekaligus ingin berbeda dari yang lain. "Yang pertama, tentunya mengenai materi." "Yang kedua ayah ingin kasih kenangan buat saya, karena bisa dibilang setelah menikah semua tanggung jawab berpindah ke suami, jadi ayah memberikan pengorbanan terakhirnya untuk anak perempuannya, ayah mau ngasih yang berbeda dari orang lain," ucap Marta.

Selain itu, sang ayah menganggap jika menyewa dekorasi hanya dimiliki sementara saja. Sedangkan jika membeli perlengkapan sendiri, setelah pernikahan nantinya bahan dekorasi yang digunakan bisa dimanfaatkan kembali. "Kalau ini mulai dari bambu, papan dan lain lain ayah beli sendiri jadi ketika acara selesai bahan tadi bisa didaur ulang lagi oleh ayah dijadikan hasil kerajinan tangan yang bisa menghasilkan uang kembali," jelas dia.

Marta mengaku tidak malu ketika dekorasi pernikahannya dibuat oleh ayahnya sendiri secara sederhana. Ia justru bangga memiliki sosok ayah yang selalu menyayanginya dan mau berkorban, karena menurutnya proses pembuatan dekorasi cukup memakan waktu. "Kalau dibilang malu karena nikahnya sederhana, jawab saya enggak malu sama sekali. Saya publish video justru saya merasa bangga sekali mempunyai sosok ayah yang begitu sayang dan cinta terhadap anak perempuannya."

"Pembuatan tenda, panggung, dekorasi selama 2 bulan itu juga gak gampang," jelas dia. Ia juga menambahkan, keluarga dari pihak suaminya ikut membantu dana pernikahannya namun tidak sepenuhnya. "Karena di daerah kami pihak laki laki juga merayakan acara di hari lain," ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.