FOTO Peninggalan Nabi Muhammad yang Dipamerkan di Jakarta, Ada Ekstrak Keringat hingga Sorban

Sejumlah peninggalan Nabi Muhammad SAW dipamerkan di Jakarta. Sebut saja seperti ekstrak keringat hingga sorban terpajang di Hall Convention Jakarta Islamic Centre, Koja, Jakarta Utara. Peninggalan peninggalan bersejarah dari Nabi Besar penyebar ajaran Islam itu dipamerkan selama 11 hari.

Mulai Jumat (23/4/2021) ini hingga Senin (3/5/2021) mendatang. Dalam pembukaan acara bertajuk Pameran Artefak Baginda Nabi Muhammad SAW dan Para Sahabat ini, pengunjung dan para tamu diarahkan langsung melihat lihat koleksi bersejarah yang didatangkan langsung dari pelbagai negara. Tur singkat ini berjalan dengan pemandu yang menjabarkan nilai nilai sejarah dari sedikitnya 35 peninggalan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.

Mulai dari bagian tubuh hingga barang barang yang pernah dikenakan Sang Nabi Besar, penjelasan dari pemandu makin menambah antusiasme pengunjung dan tamu yang hadir dalam kegiatan ini. Beberapa peninggalan bagian tubuh Nabi Muhammad SAW yang dipamerkan misalnya rambut hingga ekstrak keringat. Sehelai rambut Nabi Muhammad SAW yang dipamerkan berbentuk lurus dan sedikit ikal.

Pemandu menyampaikan bahwa rambut Sang Nabi Besar tetap tumbuh walaupun jasadnya sudah tak ada. Ada pula ekstrak keringat yang dipercayai diambil dari daun tamar tempat tidur Rasulullah. Selain ekstrak keringat, pameran ini juga menampilkan sehelai janggut Nabi Muhammad SAW.

Menurut penjelasan, Rasulullah mencukur janggutnya lima kali dalam setahun. Sang Nabi Besar juga dijelaskan tak pernah mencukur janggutnya lebih dari satu kepalan tangan. Beranjak dari peninggalan bagian tubuh, tur singkat berlanjut ke area pameran barang barang yang pernah dikenakan Nabi Muhammad SAW.

Barang pertama yang menarik perhatian ialah sorban kesayangan Sang Nabi Besar. Sorban berkelir putih hijau itu terbuat dari bahan duri, serat kayu, kain, hingga kulit unta. Dari situ, pengunjung diarahkan melihat langsung cetakan tapak kaki Rasulullah saat pertama kali mengunjungi tanah Yaman.

Tapak kaki ini merupakan satu dari 44 artefak serupa yang dimiliki kolektor, para keturunan nabi, hingga sejumlah museum. Cetakan tapak kaki ini dipamerkan bersebelahan dengan artefak alas kaki Nabi Muhammad SAW. Alas kaki berukuran cukup besar itu berwarna hitam, terbuat dari kulit unta, dan berkondisi cukup lusuh.

Ketua Penyelenggara Pameran Artefak Nabi Muhammad SAW, M. Rifqi mengatakan, puluhan artefak tersebut didatangkan dari berbagai negara hasil penemuan sejumlah arkeolog hingga koleksi kolektor Timur Tengah. Barang barang penuh nilai sejarah tersebut kemudian secara khusus dipamerkan perdana di Indonesia, setelah sebelumnya di Brunei Darussalam dan Malaysia. "Sebelumnya barang barangnya ini didapat dari Kairo, dari Mekkah, Madinah, dan juga Yaman, tempat tempat yang bersejarah. Ini sekarang waktunya dipamerkan di Indonesia," kata Rifqi di lokasi.

Seluruh artefak Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya ini bisa dikunjungi langsung 11 hari ke depan mulai pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB. Pengunjung cukup membayar infaq serta mengikuti swab test antigen untuk bisa masuk ke area pameran. Rifqi menambahkan, pameran ini memang sengaja digelar selama bulan Ramadan sebagai spot wisata religi tersendiri.

Selain untuk menambah pengetahuan sebagai seorang Muslim, pameran peninggalan Nabi Muhammad ini juga penting untuk semakin memperdalam rasa cinta terhadap agama Islam. "Mudah mudahan dalam beribadah kita di bulan suci ini dengan adanya barang barang peninggalan Rasulullah, bisa menambah meningkatkan nilai ibadah kita, menambah kecintaan kita kepada Baginda Nabi Muhammad SAW," katanya. "Memang zaman sekarang ini banyak generasi yang tahu nama Rasulullah tapi tidak begitu banyak paham tentang nilai nilai kesejarahannya, baik dari para sahabat maupun para penerus penerusnya," ucap Rifqi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.